INT. MALL – MALAM
Ardi dan Mike masuk ke toko buku. Mereka menyusuri rak demi rak. Ardi mengambil sebuah majalah impor kemudian memperhatikan sampulnya. Mike mengambil majalah lainnya.
ARDI
Say, gue jadi mikir deh. Si Luna itu kan tinggal di rumah teman gue. Si Diandra yang perancang perkenal itu. Gue tahu banget dia itu lines. Gue curiga kalau Luna itu pacarnya Diandra. Kalau engga, rumah di tempat semewah itu mana mungkin dikasih ke sembarang orang?
Mike mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tidak ada orang lain yang berdiri di sekitar mereka. Dia sekilas mengelus bokong Ardi.
MIKE
Bukan dikasih. Luna kan ga selamanya di kota ini. Begitu kasus selesai dia akan pergi.
Ardi menatap Mike.
ARDI
Pergi kemana?
MIKE
Ke tempat klien baru. Menangani kasus lainnya.
Ardi menghela nafas. Dia meletakkan majalah lalu berjalan ke rak lain, Mike mengikutinya.
ARDI
Kita carikan orang lain saja buat Jean. Gue ga mau dia pacaran jarak jauh lagi. Dia itu sudah terlalu sering disakiti gara-gara LDR.
MIKE
Lo terlalu jauh mikirnya. Biarkan saja mereka masuk ke proses itu. Tugas kita hanya menjadi jembatan, bukan mengatur bagaimana hubungan mereka nantinya. Luna itu kesepian. Dia sebisa mungkin menghabiskan waktu untuk kasus-kasusnya.
ARDI
Kita lihat besok apa yang bakal terjadi. Gue mau beli ini.
Ardi memperlihatkan sebuah buku psikologi. Mereka berdua menuju kasir. Mike mengeluarkan dompet dan membayar buku yang dibeli Ardi. Si kasir menatap Ardi dan Mike sekilas kemudian mengembalikan selembar uang dua puluh ribu. Mike dan Ardi mengambil tas dari tempat penitipan barang. Setelah sampai di luar keduanya tersenyum.
MIKE
Lines.
ARDI
Macho bo’!
CUT TO: